Malam ini hujan kembali menyapa. Disini, aku hanya bisa memandang air langit yang jatuh dari balik jendela kamarku. Entah mengapa kali ini suara tetesannya tidak terdengar merdu seperti biasanya. Tidak semerdu alunan musik yang kudengar saat ini. Dalam tetesan hujan ini, justru membuatku merasakan kerinduan yang mendalam akan sosok wanita yang aku sayangi. Yang selalu menyukai yang namanya hujan. Dan hujan kali inipun tidak pernah alpa mengeluarkan aroma tanah basah. Juga menyematkan rindu di tiap rintikannya. Hujan merindukan tanah, sedangkan aku merindukanmu. Dan kamu? Kamu selalu merindukan namun bukan padaku, tetapi pada hujan dan kisahnya. Maka bukan hal yang mengherankan jika saat ini hujan menyapaku seorang diri, tanpa kamu di sisiku. Kamu pergi meninggalkanku tanpa sebab yang pasti. Malam itu aku dengannya sempat bertengkar hebat. Ya memang saat itu dia memergoki aku sedang bersama wanita yang bernama Patricia, Sungguh aku tak punya hubungan khusus dengannya. Aku menemui Patricia hanya ingin menjelaskannya bahwa aku mencintai Chandra, dan akan selalu mencintainya. Patricia memang memiliki perasaan padaku namun aku tidak berniat untuk berbagi cintaku padanya. Aku belum sempat menjelaskan apapun kepada Chandra, dia marah kepadaku lalu meninggalkanku. Aku tidak tahu di mana keberadaannya karena pada saat itu handponenya di matikan dan orang rumahnya tidak memberitahukan kepadaku kemana aku harus bertemu dengannya.
Pagi yang begitu dingin membuatku enggan membuka mata untuk beranjak dari ranjang empukku dan selimut halus yang membuatku hangat dan nyaman. Sang matahari tidak menyapaku pagi ini, sebagai gantinnya gumpalan awan gelap menyelimuti langit pagi ini. Pertanda kalau akan datang hujan sepanjang hari, dan sepertinya akan musim hujan di bulan ini. Aku ingat betul seminggu kemaren aku baru menginjakkan kakiku datang ke kota ini. Paris. Dan sayangnya aku datang tidak bersama Wahyu karena aku datang untuk mengunjungi tante dan sepupuku Merlyn. Ini akan jadi 30 hari yang menyenangkan bagiku menghabiskan sepanjang hariku disini. Aku dan Wahyu bertengkar hebat seminggu yang lalu, tepat dimalam aku memutuskan untuk mendatangi tante dan sepupuku saat ini.


